LAUT SEBAGAI AMANAH: Paradigma Islam, Etika Lingkungan, dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan

Rp250,000.00

Laut adalah sumber kehidupan, pangan, mata pencaharian, dan kekayaan bagi manusia. Namun, di balik manfaat tersebut, laut kini menghadapi tekanan yang semakin serius: overfishing, kerusakan habitat, pencemaran, sampah plastik, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya yang melampaui batas ekologis. Krisis laut pada akhirnya bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan moral, sosial, ekonomi, keadilan, dan masa depan generasi mendatang. Buku Islam, Etika Lingkungan, dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan hadir menawarkan perspektif yang mempertemukan ajaran Islam, ilmu ekologi, konservasi, biodiversitas, teknologi, ekonomi, dan tata kelola perikanan dalam satu kerangka yang integratif. Melalui konsep tauhid, khalīfah, amānah, mīzān, raḥmah,…

Category:

Deskripsi

Laut adalah sumber kehidupan, pangan, mata pencaharian, dan kekayaan bagi manusia. Namun, di balik manfaat tersebut, laut kini menghadapi tekanan yang semakin serius: overfishing, kerusakan habitat, pencemaran, sampah plastik, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya yang melampaui batas ekologis. Krisis laut pada akhirnya bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan moral, sosial, ekonomi, keadilan, dan masa depan generasi mendatang.

Buku Islam, Etika Lingkungan, dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan hadir menawarkan perspektif yang mempertemukan ajaran Islam, ilmu ekologi, konservasi, biodiversitas, teknologi, ekonomi, dan tata kelola perikanan dalam satu kerangka yang integratif.

Melalui konsep tauhid, khalīfah, amānah, mīzān, raḥmah, ‘adl, islāḥ, serta larangan fasād dan isrāf, buku ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya laut memiliki dimensi etis dan spiritual. Manusia tidak ditempatkan sebagai penguasa alam yang bebas mengeksploitasi, tetapi sebagai khalīfah yang memegang amanah untuk menjaga keseimbangan kehidupan.

Pembahasan buku membawa nilai-nilai tersebut ke dalam persoalan konkret pengelolaan perikanan: perlindungan biodiversitas, pencegahan overfishing, larangan alat tangkap destruktif, perlindungan habitat, konservasi ekosistem, pengelolaan perikanan berbasis ekosistem, hingga pengembangan konsep Eco-Halal yang menghubungkan halalan tayyiban dengan keberlanjutan ekologis dan tanggung jawab sosial.

Buku ini menawarkan sebuah pesan penting: produksi tidak boleh dipisahkan dari konservasi, pemanfaatan harus berjalan bersama tanggung jawab, dan pembangunan harus menghormati batas ekologis.

Benang merahnya terangkum dalam satu paradigma:Tauhid → Khalīfah → Amānah → Mīzān → Pencegahan Fasād → Konservasi → Pemanfaatan Berkelanjutan → Keadilan Antargenerasi. Inilah ajakan buku ini: mengubah cara pandang dari manusia yang menguasai alam menjadi manusia yang mengelola alam sebagai amanah.

Sebuah buku yang relevan bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, praktisi perikanan dan kelautan, pemerintah, masyarakat pesisir, pesantren, organisasi keagamaan, dan siapa pun yang peduli terhadap masa depan laut dan kehidupan manusia.

==================================

Spesifikasi Buku

Penulis: Prof. Dr. Ir. Jayadi, M.P; Dr. Surani, S.Ag., M.Ag; dan Dr. Ir. Beddu Tang, M.Si
Judul: LAUT SEBAGAI AMANAH
Subjudul: Paradigma Islam, Etika Lingkungan, dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan
Jumlah halaman: 532 halaman
Ukuran: 15,5 × 23 cm
Jilid: Soft Cover
Kertas isi: Bookpaper 72 gr
Penerbit: Master Inspirasi Publisher
ISBN: (on prosess)

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “LAUT SEBAGAI AMANAH: Paradigma Islam, Etika Lingkungan, dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *